Punya Pekerjaan Berisiko, Lebih Baik Punya Asuransi Jiwa atau Kecelakaan Diri?

37 views

Tiap orang punya passion tersendiri tentang pekerjaan atau profesi yang hendak dijalani.

Buat seseorang, pekerjaan di tengah laut mungkin membuat ngeri karena risikonya. Sebab, orang itu takut tenggelam. Belum lagi banyak risiko terkena bencana alam, seperti badai atau gelombang besar.

Tapi buat orang lain, bisa saja justru pekerjaan berisiko tinggi itu yang dikejar. Jadi nakhoda, misalnya. Atau bahkan sekadar jadi kelasi di kapal. Soal risiko keselamatan, ada asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan diri yang bisa dijadikan pelindung.

Tapi kebutuhan tiap-tiap pekerja berbeda, bergantung kepada jenis pekerjaan yang dijalani. Bila kamu punya pekerjaan berisiko, kebutuhan akan asuransi perlindungan diri amatlah mendesak.

Tapi kira-kira mana yang lebih penting jika punya pekerjaan berisiko, apakah asuransi jiwa atau kecelakaan diri? Penjelasan berikut ini bisa dijadikan referensi.

Perbedaan asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan diri

Secara umum, perbedaan asuransi jiwa dan kecelakaan diri adalah soal proteksi yang diberikan. Asuransi jiwa hanya melindungi diri dari risiko kematian.

punya pekerjaan berisiko
Aduh sakit ya mas, makanya kalau sedang kerja jangan melamun dong hehehe! (Karyawan Terjatuh / futuready)

Misalnya ketika sedang berlayar di tengah laut lalu tewas tenggelam. Jika ini terjadi, keluarga pemegang polis asuransi jiwa bisa mengajukan klaim dana pertanggungan ke pihak asuransi.

Sementara itu, asuransi kecelakaan diri mencakup perlindungan lebih luas, gak hanya kematian. Contohnya saat sedang memutar kemudi kapal lalu tangan terjepit dan terluka. Dana pertanggungan bisa diklaim.

Tapi harus digariswabahi bahwa pertanggungan asuransi kecelakaan diri bisa diklaim hanya jika kecelakaan terjadi dalam lingkup pekerjaan. Jadi, kalau sedang liburan dan tertabrak mobil, asuransi tersebut gak bisa diproses.

Adapun asuransi jiwa berlaku sepenuhnya dalam kondisi apa pun. Gak hanya saat kita bekerja. Tapi ada beberapa kejadian yang gak ditanggung, seperti tewas dalam perang atau huru-hara.

Perbedaan selanjutnya adalah soal jangka waktu perlindungan dan jumlah uang pertanggungan.

– Jangka waktu

punya pekerjaan berisiko
Hargailah waktu karena waktu gak bisa diulang atau dihentikan. (Jam Pasir / bukanhoax)

Jangka waktu perlindungan asuransi jiwa lebih lama ketimbang asuransi kecelakaan diri. Ada yang menawarkan sampai usia 100 tahun.

Sedangkan jangka waktu asuransi kecelakaan diri bersifat jangka pendek sesuai dengan kesepakatan. Misalnya polis berlaku selama 5 tahun. Setelah kontrak selesai, polis bisa diperbarui lagi sehingga perlindungan kembali didapatkan.

– Uang pertanggungan

Dana yang bisa diklaim dari asuransi jiwa lebih besar ketimbang asuransi kecelakaan diri. Sebab, risikonya adalah kematian.

Namun bisa saja klaim risiko kematian dari asuransi kecelakaan diri lebih besar. Semuanya bergantung pada polis yang disepakati antara kita dan perusahaan asuransi.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, bisa diketahui bahwa baik asuransi jiwa maupun asuransi kecelakaan diri punya fitur masing-masing. Seseorang yang punya kerjaan berisiko lebih pas bila memiliki asuransi kecelakaan diri.

Sebab, perlindungan itu berlaku selama orang tersebut dalam lingkungan kerja. Terlebih risiko kematian juga tercakup dalam perlindungan.

Sedangkan asuransi jiwa hanya melindungi diri dari risiko kematian. Bila terlibat kecelakaan yang gak berujung kematian saat bekerja, dana pertanggungan gak bisa diklaim.

punya pekerjaan berisiko
Siapa sih yan gak mau hidup bahagia bareng keluarga tercinta dan lihat anak dewasa? (Keluarga / gites)

Namun bukan berarti gak boleh memiliki dua-duanya. Toh, asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan diri bisa saling melengkapi.

Tinggal kita sesuaikan saja dengan risiko kerja serta kondisi keuangan. Polis mahal bukan berarti selalu cocok dengan semua orang. Begitu juga sebaliknya.

Konsultasikan asuransi yang cocok dengan agen asuransi tersebut. Tapi bekali dulu pengetahuan soal asuransi agar gak termakan bujuk rayu sales yang menawarkan polis.

Asuransi sangatlah penting sebagai bentuk investasi masa depan. Apalagi jika sudah berkeluarga dan kita merupakan pencari nafkah utama.

Saat kita gak lagi bisa mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan, dana pertanggungan asuransi bisa dimanfaatkan. Pendidikan anak bisa lebih dipastikan. Begitu pula kebutuhan penting lainnya.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Pilih Asuransi Kecelakaan yang Paling Pas dengan Cara Ini]

[Baca: Gak Semua Orang Butuh Asuransi Jiwa. Prioritaskan Kalau Kamu Punya 5 Ciri Ini]

[Baca: Jangan Gak Peduli Sama Asuransi Jiwa, Pahami Pentingnya Memahami Polis Asuransi Jiwa]

Sumber; https://blog.duitpintar.com/punya-pekerjaan-berisiko-lebih-baik-punya-asuransi-jiwa-kecelakaan-diri/

KLIK DISINI untuk menuju ke sumber berita atau informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *