Alasan Bukalapak Enggan Buru-Buru Hadirkan Produk Fintech di Aplikasi Mobile

33 views


Ikhtisar
  • Bukalapak tak ingin terburu-buru menghadirkan fitur baru, serta hendak meminimalkan keberadaan bug melalui beragam pengujian.
  • Proses kontrol kualitas ketat dilakukan untuk menjaga pengalaman pengguna yang telah memberi rating tinggi di Google Play Store.

Sepanjang tahun 2017, Bukalapak telah menghadirkan berbagai fitur baru yang melengkapi bisnis utamanya sebagai marketplace online. Mereka kini mulai menawarkan produk fintech seperti BukaReksa, BukaReksa Syariah, hingga BukaEmas.

Beberapa produk fintech itu saat ini baru bisa diakses pengguna melalui tampilan desktop. Ke depannya, beragam produk fintech tersebut juga akan bisa diakses melalui perangkat mobile.

Namun menurut ‎VP of Engineering Bukalapak Ibrahim Arief, pihaknya tak mau memasang target kapan produk-produk fintech itu bisa diakses melalui aplikasi. Hal ini mereka lakukan demi menjaga kualitas dan pengalaman pengguna saat memakai aplikasi.

Suasana ruang kerja tim engineering Bukalapak

“Kami harus hati-hati. Karena tantangan untuk produk fintech app yakni banyak sekali pergerakan angka-angka segala macam. Tantangannya, bagaimana membawa informasi itu ke mobile app, ke ukuran yang lebih kecil,” ujar Ibrahim.

Selama ini, kata Ibrahim, Bukalapak selalu melakukan ratusan skenario pengujian untuk meminimalkan keberadaan bug sebelum merilis produk pada pengguna. “Kami harus pastikan semua versi aplikasi yang akan kami rilis sudah sesuai standar Bukalapak,” ucapnya.

Pengembangan aplikasi ini juga berdampak pada proporsi tenaga kerja. Dari sekitar dua ratus developer yang dimiliki Bukalapak, hampir lima puluh di antaranya fokus pada mobile development. Untuk meningkatkan kualitas aplikasi mobile, Bukalapak juga memiliki tim khusus yang bertugas memantau setiap ulasan dari pengguna.

Bukalapak App for Bukalapak Development Competition 2017 | Photo

Ketat jaga pengalaman pengguna

Ibrahim mengungkapkan aplikasi Bukalapak tidak seratus persen bebas bug. Namun ia menegaskan, Bukalapak melakukan pendekatan yang sangat ketat dalam hal menjaga kualitas sebelum merilis produk ke pengguna.

Misalnya, ketika melakukan testing, pihaknya selalu memperbaiki lebih dulu bug yang ditemukan dalam aplikasi sebelum ditemukan oleh pengguna. Saat ini, Bukalapak minimal melakukan tiga tahapan testing demi meminimalkan keberadaan bug.

“Skor kami di Google Play Store paling tinggi dari seluruh e-commerce di Indonesia. Kalau tidak mengutamakan pengalaman pengguna, tidak akan bisa rating sampai setinggi ini. Enggak mungkin seratus persen bebas bug, tapi kualitasnya dijaga sangat tinggi,” pungkas Ibrahim.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

The post Alasan Bukalapak Enggan Buru-Buru Hadirkan Produk Fintech di Aplikasi Mobile appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Sumber: https://id.techinasia.com/bukalapak-kembangkan-produk-fintech-ke-aplikasi

KLIK DISINI untuk menuju ke sumber berita atau informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *