4 Strategi Kudo dalam Membangun Tim Developer Front End

45 views

Secara istilah, front end merupakan aktivitas pemrograman dengan HTML, CSS, atau lainnya, agar para pengguna bisa melihat tampilan serta berinteraksi dengan sebuah situs atau aplikasi. Meski terlihat mudah, aktivitas ini sebenarnya mempunyai tingkat kompleksitas yang cukup tinggi, tak kalah dengan pemrograman back end.

Hal ini bertambah rumit untuk startup dengan banyak developer yang harus melakukan beberapa perubahan terhadap sebuah aplikasi dalam waktu bersamaan. Bila tidak diatur dengan baik, pekerjaan seorang developer bisa saja berdampak buruk pada pekerjaan developer lainnya.

Startup tanah air yang bergerak di bidang e-commerce online-to-offline (O2O) Kudo sadar betul akan hal tersebut. Itulah mengapa perusahaan yang baru diakuisisi oleh Grab tersebut mempunyai beberapa strategi agar tim developer front end mereka bisa bekerja dengan efektif dan terus berkembang.

Inilah beberapa strategi tersebut menurut sang VP of Engineering, Panji Gautama Asmawarman.


Automasi segala hal

Kudo | Photo 20

Menurut Panji, banyak masalah yang muncul di pemrograman front end karena para developer malas membuat dokumentasi, atau memberikan update terhadap status pekerjaan mereka. “Padahal, hal tersebut sangat penting agar sang Product Manager bisa melakukan tindak lanjut,” jelas Panji.

Itulah mengapa Kudo memanfaatkan sebuah platform buatan Atlassian yang bernama Jira. Dengan platform tersebut, seluruh pekerjaan yang dilakukan seorang developer front end bisa terpantau secara otomatis. Berbagai laporan masalah (crash report) pun bisa dibuat otomatis masuk ke platform tersebut.


Belajar dari kesalahan

Meski telah melakukan automasi, Panji juga sadar kalau setiap manusia pasti punya potensi untuk melakukan kesalahan. Menurut dia, yang terpenting adalah bagaimana seorang developer bisa belajar dari kesalahan tersebut, dan tidak kembali melakukannya.

“Oleh karena itu, setiap ada insiden kami pasti membuat postmortem secara detail. Postmortem tersebut berisi kronologi kejadian, sebab utama dari masalah tersebut, serta langkah penanggulangan yang harus dilakukan dalam jangka pendek dan jangka panjang,” tutur Panji.


Transparansi

Suasana ruang kerja di Kudoplex 3 yang penuh warna.

Hal lain yang penting dalam aktivitas para developer front end adalah transparansi dalam segala hal, mulai dari penjelasan tentang roadmap produk, hingga tugas-tugas yang tengah dikerjakan semua developer.

“Satu lagi hal yang tak kalah penting adalah harus terbukanya dokumentasi dari setiap pekerjaan mereka,” jelas Panji.


Komunikasi tatap muka

Seorang pemimpin developer front end pun harus mengetahui cara yang tepat dalam membimbing bawahan mereka. “Terkadang, beberapa pimpinan cenderung ingin terjun ke lapangan mengerjakan segala sesuatu sendiri, karena ego. Mereka merasa bisa memberikan hasil yang lebih baik dibanding bawahannya. Padahal, hal ini justru membuat bawahannya tidak bisa berkembang,” jelas Panji.

Panji pun menyoroti pentingnya komunikasi dengan tatap muka secara langsung. Menurutnya, komunikasi secara online dengan email atau Slack berpotensi memicu kesalahpahaman karena di dalamnya kita tidak bisa mengetahui gaya dan nada bicara seseorang.


Artikel ini merupakan bagian dari liputan Tech in Asia Product Development Conference 2017 yang berlangsung pada tanggal 9 dan 10 Agustus 2017. Ikuti seluruh liputannya di sini.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

The post 4 Strategi Kudo dalam Membangun Tim Developer Front End appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Sumber: https://id.techinasia.com/strategi-kudo-membangun-tim-developer-front-end

KLIK DISINI untuk menuju ke sumber berita atau informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *